Hidup takkan berarti tanpa Iman
Iman dapat kita cari lewat renungan
Renungan kita dapatkan dari pembelajaran
Pembelajaran tentang ilmu Kehidupan...
Rabu, 05 Juni 2013
Mobile VOIP
MobileVOIP adalah suatu software yang dapat kita gunakan untuk menelpon dan SMS dengan tarif yang lebih murah dari luar negeri ke negara lain. Selain menggunakan internet, kita perlu pula membayar pulsa via credit card. MobileVOIP bermacam-macam jenisnya. Karena dia merupakan julukan saja bagi provider yang melayani komunikasi VOIP lewat telepon selular. Seperti GSM kita punya Telkomsel, IM3, Axis, dsb. Jenis dari MobileVOIP ini bisa kita pilih saat registrasi di awal. Bisa melalui internet atau registrasi setelah mendownload software ini ke Smartphone anda. Tarifnya tiap jenis VOIP berbeda-beda. Kita bisa membandingkan tarifnya di sini
Yang aku gunakan kini adalah DialNow. Dari Turki ke Indonesia awalnya hanya bertarif 0.01 euro/menit sekitar 120 rupiah/menit. Untuk satu jam berarti habis 7200 rupiah. Tarif yang lumayan untuk ukuran luar negeri yang berjarak 13 jam perjalanan dengan pesawat. Namun seiring berjalan dengan waktu tarifnya naik. Sekarang 0.018/menit. :P
Lalu apa kelebihan dari MobileVOIP?
1. Menelpon ke luar negeri lebih murah. Jika kita dibandingkan dengan international calling card (untuk menelpon ke luar negeri melalui telpon umum) atau dengan provider negara setempat.
2. Bisa menelpon dimana saja, kapan saja dan ke siapa saja. Di google play ada pula software seperti Tango, ViberCall, Skype, dsb yang mengizinkan kita untuk menelpon gratis. Namun dengan syarat orang yang akan ditelpon perlu punya software tersebut. Maka lingkupnya akan sedikit. Dengan MobileVOIP kita bisa menelpon ke seluruh nomor yang ada di negara tujuan. Tentu sesuai kebutuhan.
3. Selain untuk menelpon kita juga bisa mengirim SMS dengan tarif yang relatif sama dengan telpon per menitnya.
Apa sajakah kekurangan MobileVOIP?
1. Tergantung kualitas jaringan internet dan kondisi cuaca negara asal dan tujuan. Hal tersebut bisa kita atasi jika jaringan internet kita super cepat. Apalagi ada Wifi. Untuk masalah cuaca ya berarti harus menunggu saat yang tepat. Jika cuaca mendung atau datang malam, maka kualitas suara akan jelek bahkan tak terdengar. (pengalaman)
2. 1 menit bukan dihitung setelah 1 menit berlalu namun saat detik pertama muncul. So, kalau kita tak beruntung dapat sinyal yang baik, terpaksa kita harus mengulang dan kehilangan sebagian kecil pulsa kita. Berpandai-pandailah melihat situasi.
3. Nomor yang muncul di layar penerima sering berganti-ganti. Jadi yang menerima telpon kita menjadi bingung karena yang muncul adalah nomor asing. Solusinya adalah beri kabar kita ingin menelpon. Aku menggunakan "What's app" untuk memberi kabar yang akan ditelpon.
4. Hanya Voice call. Tentu saja tak bisa untuk Video call
Artikel ini kutulis hanya berdasarkan pengalamanku saja. Mungkin saja benar atau salah. Pasti masih banyak kekurangan dalam menjelaskan Mobile VOIP ini. Yang aku ingin tekankan adalah manfaatkan fasilitas yang ada dengan harapan bisa berkomunikasi menyambung silaturahim dengan keluarga di tanah air dengan lebih efisien.
Jika ada pengguna lain yang pernah memakai fasilitas ini, mohon berbagi pula pengalamannya.
Read More......
Kamis, 25 April 2013
Dan Hanya Ini
Ini adalah sebuah tulisan yang belum sempat aku publish. Entah kapan aku menulisnya, namun aku harap bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian... :D Salam ukhuwah
Sudah lama sekali tangan ini beku. Tak menulis. Entahlah, aku saja yang malas. Kegiatanku selama di Turki sebenarnya tak terlalu menyita waktu. Aku saja yang tak pandai mengelola waktu. Mohon jangan ditiru. Banyak hal yang sebenarnya ingin kuceritakan. Pengalaman menarik yang dapat kubagi selama berada di Turki. Ah, aku benar-benar ingin sekali.
Musim dingin sudah tiba disini kawan. Segala penjuru kota putih diselimuti salju. Indah, menyenangkan, namun dingin. Yah, aku tak terbiasa dengan hawa dingin yang benar-benar menusuk ini. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, aku terbiasa. Bolu, kota dimana aku tinggal, memang termasuk kota yang bersuhu dingin meski bukan yang terdingin. Segalanya adalah cobaan darinya. Aku harus survive mempertahankan diri. Sabar, bersyukur, istiqomah. Alhamdulillah selama disini belum pernah sakit. Paling hanya sakit kepala gara-gara materi kalkulus.
Mengenai universitas dan kuliah, alhamdulillah sejauh ini, dengan pertolongan Allah azza wa jalla, bisa kulalui dengan lancar. Meski biology sebenarnya bukan bidangku, alhamdulillah bisa kupahami ilmu kehidupan tersebut. Cobaan bukan hanya dari mata kuliah, namun dari teman-teman di kelas. Aku adalah satu-satunya ‘turis’ di kelas. Sehingga dengan cepat menjadi pusat perhatian. Mayoritas pelajar adalah mahasiswi. Dan inilah cobaan terberat bagi kaum pemuda, termasuk diriku. Gadhul bashar, tameng pelindung dari fitnah, harus kupakai setiap berada di kelas maupun di lingkungan universitas. Berat memang, namun itulah cobaan dari Allah. Dan pula, mengingat tujuan disini untuk menuntut ilmu. Bismillah.
Di luar dari kelasku, sebenarnya orang asing ada banyak. Seperti yang sudah kuceritakan di artikel sebelumnya, aku memiliki teman dari Kenya dan Kyrgyztan. Selain mereka, ada pula temanku yang berasal dari Afghanistan, Nigeria, Kongo, Georgia, Turkmenistan, Liberia, Spanyol, Jerman, Amerika, dsb. (mungkin lebih). Ramai sebenarnya. Namun orang Indonesia cuma ada aku, Rasyi dan Siti.
Menjadi orang asing disini memang benar-benar terasa asing. Pasti semua itu dialami oleh siapapun yang berada di negeri orang untuk pertama kalinya. Sering aku ditanya oleh penduduk sekitar tentang dari mana aku berasal. Kadang ada yang menebak diriku berasal dari Jepang. Yeah, karena mataku sipit katanya. Aku menyukai penduduk sekitar. Mereka ramah. Alhamdulillah patut diyukuri bukan? Meski rindu akan lingkungan Indonesia.
Jika kita melakukan sesuatu hal terus menerus, lamalama kita akan terbiasa. Yah, persoalan makanan yang memang benar-benar berbeda memang menjadi kendala di awal aku tiba di Turki. Namun, alhamdulillah, sekarang segala makanan ala Turki dapat aku nikmati dengan penuh rasa syukur. Tapi tetap saja rindu masakan Indonesia. Tak ada warteg disini. Yang menyediakan sambel goreng, ikan pindang, sayur kangkung, tempe dan telor asin. Sabar.
Barang-barang disini memang mahal sebanding dengan tingkat kemakmuran rakyat. Meski setiap bulan, alhamdulillah, mendapatkan beasiswa, namun benar-benar harus dijaga. Karena diawal-awal bulan disini, entah tiba-tiba cepat sekali uang tersebut habis. Masih perlu memanage uang sebaik mungkin. Tapi yang aku salut ngeprint disini lebih murah. Seharga dengan biaya fotokopi. Selain itu kebanyakan segalanya mahal. Biaya toilet saja 50 kurus, sekitar 3000 rupiah per masuk.
Entah tahun ini bisa pulang ke Indonesia atau tidak. Karena aku mempertimbangkan banyak hal selain biaya. Semoga Allah memberiku petunjuk, mana yang terbaik. Mohon doanya kawan. Aku rindu Indonesia. Penasaran apa yang berubah disana selama aku tinggal di Turki. Kita lihat saja nanti. Segalanya atas kehendak Allah...waktu yang akan menjawab. Dan hanya ini, untuk saat ini, yang bisa aku sampaikan selama berada disini... Berjuanglah kawan. Sama-sama kita berjuang.Bismillah...\
Selasa, 23 April 2013
Memulai Kembali
Menulis? Kata yang sudah lama kulupakan. Karena kulalui hari tanpa berdampingan dengan kata tersebut. Lantas mengapa aku telah lama tak berpapasan dengannya? Apakah karena lupa? Atau karena disibukkan dengan banyak aktifitas? Atau karena malas untuk melakukannya? Atau masa bodoh dan tak menganggap penting hal tersebut? Sungguh alasan-alasan diatas justru kurang dari yang sesungguhnya aku alami. Entahlah, mengapa selama ini aku kehilangan passion untuk menulis.
Orang tuaku seringkali mendorong dan men-support diriku agar aku giat menulis lagi seperti dulu. Karena menulis itu memiliki banyak manfaat kata beliau. Yang pertama, momen-momen penting dalam kehidupan kita dapat kita abadikan dalam bentuk tulisan sehingga dapat dikenang kembali. Yang kedua, kita bisa jadikan sebagai bahan untuk merenungi diri. Belajar dari yang telah lalu, sebagai bekal melalui kehidupan di masa depan. Yang ketiga, tulisan-tulisan ini bisa kita share melalui blog atau website, sehingga diharapkan menjadi bahan renungan pula bagi orang lain. Yang keempat, saat menulis sebenarnya kita merangsang otak kita terutama bagian linguistik. Jika menulis dilakukan terus-menerus hal tersebut akan melatih kita dalam penyusunan bahasa. Selama menulis kita pun, secara sadar atau tidak, juga melatih kemampuan lain seperti berbicara, membaca, dan segala aspek yang berhubungan dengan bahasa. Selain hal diatas, tentu masih banyak manfaat dari membaca yang akan kalian temui jika kalian melakukannya sendiri.
Segala kegiatan harus disertai dengan niat atau tujuan yang jelas dan baik. Jika tidak, ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi. Tanpanya, kita takkan pernah semangat untuk memulai kegiatan tersebut. Atau kalau kita lakukan pun dalam keadaan malas dan terpaksa. Kegiatan tersebut akan menjadi sia-sia. Diapun tak memperoleh manfaat darinya dan justru membuang waktunya saja. Jika niatnya tak baik, takkan bernilai berkah. Sebaliknya akan mengundang musibah. Orang lain pun seringkali terkena getahnya.
So, today and later-InsyaAllah- Aku akan terus mencoba untuk menulis (baca=mengetik) dan membagi-baginya dengan kalian, para saudara/i yang dirahmati Allah. Bukan bertujuan untuk menggurui, namun belajar bersama, mengingatkan dalam kebaikan, menasehati dalam kesabaran. Bismillah.
Minggu, 24 Juni 2012
Wahai Sang Akhwat, Tolong Jagalah Mutiaramu...
Zaman sekarang ini, bukan hanya teknologi yang sudah menglobal bahkan budaya pun demikian. Tersebarnya hal tersebut bisa lewat bermacam-macam jalan. Bisa lewat radio, televisi, majalah, buletin, tabloid, koran, internet dan banyak lagi jalan. Penyebarannya tentu pesat sekali. Belum lagi didukung oleh kemajuan teknologi yang memudahkan kita dapat mengetahui banyak hal. Fenomena sekarang seperti bahasa alay, demam korea, menjamurnya film hollywood, kecanduan FB, mabuk nge-tweet dsb merupakan gerbang yang amat besar bagi masuknya budaya-budaya asing ke negara kita pada umumnya dan ke dunia para remaja pada khususnya. Jadi, diperlukan suatu filter dalam pikiran kita untuk memilih dan memilah mana yang pantas untuk kita terapkan. Tapi menurut pandanganku sebagai kaum ikhwan, justru hal-hal tersebut banyak menodai moral dan jiwa kaum akhwat yang seharusnya suci bak mutiara.
Pedas mata ini melihat akhwat-akhwat yang bersliweran kesana kemari dengan pakaian yang menurut kami tidak cocok untuk dipakai akhwat tersebut. Hampir diseluruh jalan, mall, pasar, di sekolahan, di tempat wisata mereka berpakaian yang tidak syar’i. Apakah kalian tidak kasihan dengan kaum ikhwan ini? Ada yang memakai pakaian ‘sempit’, ada yang berjilbab tapi pakaiannya masih ‘sempit’. Apakah tidak ada nomor yang cocok bagi kalian? Atau stok di toko sudah habis, sehingga kalian terpaksa memakai pakaian sempit itu? Selain itu ada juga yang memakai pakaian seolah-olah stok ‘kain’ di toko sudah habis saja atau kekurangan duit untuk beli kain. Bolong sana sini, sudah gitu hemat-hemat kain lagi. Ada juga yang memakai celana/ rok bak orang kebanjiran. Belum lagi banyak yang rambutnya di bonding, di semir, di catok, dimodel2 sedemikian rupa agar mirip artis2 idaman. Ada juga yang dandanannya menor, bedak sana-sini, lipstik megrang-megrong, bulu mata sampe muter 360 drajat, pakai kontaks lens agar dikira orang bule. Kalau aku sebutkan satu-satu takkan selesai.
Itu baru fashionnya. Bagaiamana gaya-gaya akhwat yang sering aku amati akhir2 ini? Dijalan dengan PDnya menggandeng tangan pacar, berpelukan mesra bak perangko nempel di amplop, SMSan dari pagi ke pagi. Berlagak sok imut dengan muka di chibi-chibikan. Berbicara dengan nada yang mendayu-dayu bagaikan kucing merayu. Berjalan lenggak-lenggok bak artis jalan di catwalk. Ketawa ngakakak gak peduli sama sekitar yang keganggu sama suaranya. Kemana-mana pegang HP, BB, Tablet, atau gadget sebangsa itu untuk update status galau. Download, ngopi, dan nonton film drama korea. Dan masih banyak hal aneh lainnya yang telah kuperhatikan dari perilaku kebanyakan akhwat zaman sekarang. Ahh, sebenarnya apa sih yang akhwat mau? Ingin diperhatikan sama oleh kami? Ingin kami mengakui keindahan face dan body kalian? Sesungguhnya, kalian yang demikian itu justru menambah dosa bagi kami kaum ikhwan. Tak kasihankah kalian kepada kami? Coba kalian renungkan sejenak.
Ingatkah kalian dengan para akhwat-akhwat super dalam sejarah, yang selalu mendedikasikan dirinya untuk kemajuan umat islam? Seperti Siti Maryam, Siti Khodijah, Siti Aisyah, Siti Khodijah, Fatimah Az-Zahra binti Muhammad SAW, dan masih banyak lagi. Mengapa kalian tak mencoba untuk mencontoh prinsip mereka, keteguhan hati mereka, dan kadar iman mereka? Betapa terhormat dan tinggi mereka di mata Allah SWT. Surga adalah tempat yang pantas bagi mereka semua.
Mencontohnya tak perlu langsung yang terlalu tinggi seperti ikut-ikutan berperang seperti yang dilakukan Siti Aisyah pada perang Jamal. Cukup dengan mencontoh perilaku keseharian mereka. Sebenarnya kunci dari segala aturan untuk kalian adalah menjaga aurat dan kehormatan kalian. Cobalah kalian benahi cara berpakaian kalian. Dengan menggunakan pakaian yang syar’i. Menggunakan hijab dengan benar. Berperilaku yang santun, halus, lemah lembut, tapi berprinsip yang kuat. Dengan berpedoman pada Al Qur’an dan Al Hadits. Kalian, menurut kami, akan lebih jauh amat sekali cantiknya bagaikan bidadari surga jika kalian mengikuti apa yang telah Allah dan Rasul ajarkan dibanding meniru-niru gaya kebaratan yang sebenarnya justru menjatuhkan harga diri kalian. Coba kalian renungkan lagi.
Wahai sang akhwat, kami kaum ikhwan tidak memohon muluk-muluk, hanya kami memohon dengan sangat kepada kalian agar kalian mau menutup aurat yang seharusya kalian tutup dengan benar. Itulah mutiara berharga kalian. Sudikah kalian mau menjual mutiara kalian dengan cuma-cuma, obral seribu tiga? Mutiara kalian pun hanya boleh kalian berikan pada lelaki yang sudah menjadi imam kalian kelak saat berumah tangga. Jika kalian menjualnya dengan lelaki yang bahkan belum kalian nikahi, pasti saja kadar kemurnian mutiara kalian akan turun bahkan tak bernilai. Maukah kalian seperti itu? Na’udzubillahi mindzalik.
Wahai sang akhwat, bersabarlah dalam menunggu kedatangan salah seorang diantara kami meminang dan menikahi dirimu. Bersabarlah dengan niat karena Allah dan terus bersama-sama kita memperbaiki akhlak dan meningkatkan keimanan kita. Simpanlah baik-baik mutiara yang berharga milik kalian tersebut. Kami berharap bisa menemukan kalian masih dalam keadaan suci tak bernoda. Agar kelak kita bisa membangun keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah dan menjadi pasangan yang ‘serasi’ di dunia dan di akhirat kelak. Aamiin~ Read More......
Jumat, 22 Juni 2012
Demam Korea
Dari judulnya pasti kita sudah tahu topik yang akan dibahas kali ini. Ya tentang korea. Sudah bisa dipastikan sebagian besar remaja zaman sekarang tergila-gila dengan artis korea. Baik cowok maupun cewek terpesona dengan kegantengan, keimutan, kecakepan, kebohaian, keunyuan, dan ke..ke..yang lain. Tidak sedikit yang fanatik. Segala pernak-pernik seperti majalh, foto, album, gadget, dsb mereka koleksi. Video artis tersebut mereka download hingga memakan berpuluh-puluh hardisk external. Jadwal wajib nonton film drama korea di In*o**ar sudah menjadi keseharian mereka. Mengapa mereka melakukan hal demikian. Agar selalu mengingatkan pada artis kesayangannya itu. Perlu digaris bawahi kalimat ‘mengingatkan pada artis kesayangannya itu’. Miris sekali bukan?
Disini aku tidak melarang teman-teman yang sudah tergila-gila dengan korea. Jangan negative thinking dulu. Aku hanya ingin mengajak kita bersama-sama berpikir kedepannya. Kita, sebagai seorang remaja muslim memiliki beban yang amat berat lho. Beban apakah itu, meneruskan dan mengantarkan keberhasilan perjuangan islam ke generasi berikutnya. Apa yang diperlukan untuk itu? Apakah dengan kalain nonton film, mendengarkan musik, mengkoleksi foto, majalah, aksesori korea kita akan bisa memajukan islam? Yang ada justru sebaliknya. Coba kita renungi dulu.
Korea, bukanlah negara yang mayoritasnya islam. Banyak diantara mereka yang atheis. Memang mereka tampan, cakep, pinter nyanyi, ngedance, dsb. Lalu,apa yang bisa kita ambil teladan dari mereka? Apakah mereka memberi motivasi bagi kita? Apakah mereka membuat lebih rajin mendekatkan diri pada yang Maha Kuasa? Apakah mereka membuat kalaian bisa bergaul dengan banyak orang yang baik dan beramal sholeh? Coba kalain bandingkan dengan Nabi Muhammad sebagai panutan kita? Coba lebih baik manakah? Sebutkan dalam hati kita. Kita sudah besar, bisa merenungi sendiri, dan pasti mampu memilih dan memilih mana yang baik mana yang buruk.
Sudah kita coba renungi? Semakin hari waktu terasa semakin cepat. Kalau tidak dimanfaatkan untuk kebaikan dan persiapan diakhirat kelak nanti umur ini keburu habis duluan sebelum kita melakukan itu. Memang kita masih muda, sehat, dan kuat tapi Allah Maha Berkehendak. Kita tidak tahu kapan ajal bisa datang menjemput. Sewaktu-waktu bisa saja datang. Allah Maha Berkehendak. Setiap perbuatan akan dicatat oleh 2 malaikat dipundak kiri dan kanan kita. Allah Maha Mengetahui perbuatan, pikiran, dan hati manusia.
Sahabatku yang dirahmati Allah, bagi kita yang sudah tergila-gila dengan Korea atau sejenisnya, pokoknya yang bisa melalaikan dari mengingat Allah alangkah mulianya jika kalain berusaha sedikit demi sedikit meninggalkannya. Perlahan tapi pasti. Yang penting istiqomah dan yakin bisa. Kita dibutuhkan oleh umat islam, karya kita dinanti keeksisannya, suara pembaruan kita diharapkan kewibawaannya, langkah kaki kita ditunggu derapannya. Jadi, dengan mengucap ‘bismillah’ segera lakukan perubahan. InsyaAllah jika satu diantara kita sadar, yang lainnya juga akan mengikuti.
La illaha ilallah, Muhammadar rasulullah
Jumat, 15 Juni 2012
Keguruan dan Masa Depan
Setiap orang memiliki impian. Dan tentu setiap impian orang berbeda-beda. Impian tersebut terbentuk dari pengalaman yang telah mereka lalui dalam kehidupan mereka. Apalagi, yang sedang memutuskan masa depannya. Yaitu mereka yang telah dinyatakan lulus SMA, dan dihadapkan dengan beragam pilihan masa depan, yang entah kedepannya juga belum dapat diketahui sekarang. Tentu pilihan itu tidaklah boleh sembarangan. Memang kita belum tahu apa yang akan terjadi nanti. Apakah jurusan yang kita pilih dapat mengantarkan kita ke gerbang kesuksesan atau sebaliknya. Oleh karena itu diperlukan pertimbangan yang matang atas apa yang akan kita pilih. Sudahkah kita melakukannya?
Aku tidak dapat memeberi saran yang pasti karena diriku sendiri amat perlu saran tersebut. Untuk memilih keputusan itu. Aku juga bingung, galau, khawatir dan rasa lainnya yang membuat hatiku tak tenang. Kira-kira apa ya bakatku? Apakah jurusan ini cocok denganku? Mudahkah aku jika masuk ke sana? Bagaimana nanti kehidupanku selama aku berkuliah? Bagaimanakah pergaulan saat kuliah nanti ? Apakah orang tuaku keberatan dengan biaya kuliahku nanti? Kerja paruh waktu apa yang akan kuambil selama berkuliah nanti? Dan bagaimana prospek masa depanku nanti? Itulah beberapa pertanyaan yang sebelumnya sering memenuhi isi kepalaku.
Memilih jurusan memang bisa menjadi masalah kompleks bagi kebanyakan remaja sepertiku yang baru saja lepas dari jenjang SMA. Nah, jika kalian sudah memiliki impian, maka beruntunglah. Sebenarnya impian itu yang akan membimbing kalian ke masa depan nanti. Tentu kita akan memilih jurusan yang dapat mengantarkan kita ke impian kita. Selama impian itu adalah impian yang baik. Karena dengan begitu kita akan bersemangat untuk menggapainya. Bekerja keras untuk meraihnya. Berdoa untuk kelancarannya. Yah, banyak sekali keuntungan orang yang sudah memiliki impian dan menetahui kemampuan dirinya sendiri. Lalu bagaimanakah dengan orang yang masih bingung akan pilihannya?
Aku, memang belum memiliki impian yang tampaknya menarik buatku. Tapi aku yakin aku pernah menginginkannya. Entah, aku mungkin lupa impianku masa kecil dulu. Dari sejak naik kelas 12 SMA, aku sudah pusing memikirkan jurusan apa ayng kira-kira cocok denganku. Melihat teman-temanku yang kebanyakan siswa olimpiade, aku merasa minder sendiri. Mereka sudah mengerti bakat dan kemampuan mereka masing-masing. Jika ditanya tentang cita-cita. Yang ada di pikiranku adalah menajdi seorang pengusaha. Pengusaha apa? Entahlah, semakin tidak jelas saja. Dalam pikiranku pengusaha adalah orang yang bekerja secara independen dan dapat mempekerjakan orang banyak. Naymankah aku dengan impian tersebut. Karena masih abu-abu dan asal jawab saja aku belum dapat mengambil semangat dari impian itu.
Berulangkali aku pikirkan bakat dan kemampuanku apa saja. Malam ke malam aku jadi susah tidur memikirkannya. Belum lagi UN yang waktu itu sudah mau dekat. Terpecahlah pikiranku kemana-mana. Tak bersemangat. Padahal, banyak sekali pelajaran yang harus aku habiskan untuk menghadapi UN nanti. Aku konsultasikan diriku pada teman dan guru. Yang ada adalah kembali padaku sendiri. Memang benar sih, mereka seharusnya tak lebih tahu tentangku dibanding diriku sendiri. Seharusnya akulah yang memutuskan. Pernahkah kalian merasa ke’galau’an ini? Galau untuk kebaikan?
Hari-hari berlalu, UN semakin dekat. Aku sudah bosan memikirkan pilihan jurusan itu. Dan aku jgua sudah putuskan, entah, apakah cocok dengan diriku atau tidak. Dari kakak-kakak mahasiswa ayng datang untuk memberi seminar aku tertarik masuk ke ITB. Teknik Industri, ya itulah jurusan yang mungkin cocok denganku. Kemudian aku mencari informasi tentang jurusan itu. Cukup banyak, bukan, memang banyak sekali peminatnya. Jurusan yang menjanjikan masa depan bagi mahasiswanya. Dengan gengsi kuliah di ITB dan pamor jurusan yang tidak main-main itu, maka kuputuskanlah untuk memilihnya dalam SNMPTN undangan nanti.
Hari demi hari aku lewati. Aku berusaha meningkatkan semangatku untuk mempersiapkan diri menghadapi UN. Suatu hari ayahku dipanggil untuk menghadiri seminar beasiswa kuliah di Turki. Kebetulan memang sekolahku bekerjasama dengan organisasi Turki dalam bidang pendidikan, yang bernama PASIAD. Entah, apa saja acara seminar itu, aku tidak ikut menemani karena saat itu juga sekolah tidak diliburkan. Selain acara seminar, ternyata juga ada pengumuman siapa saja siswa yang berhak mendapat undangan. Dan sayangnya aku tidak masuk dlam daftar nama tersebut.
Mimpiku yang pertama sudah pupus. Ayahku memberiku motivasi agar tetap semangat. Nilai-nilaiku ternyata tidak konsisten naik turun bagaikan ombak di lautan. Yah, sedih memang, namun harus kuterima kenyataan ini. Kemudian, ayahku memberiku saran, untuk mencoba ambil kuliah di Turki. Karena nilai SATku tak begitu bagus, beliau menyarankanku untuk ambil keguruan ataupun MIPA. SAT itu digunakan untuk mendaftarkan jurusan di Turki. Nilai SATku 1010, sedangkan untuk teknik, batas amannya adalah 1100. Ah, nyaris sekali. Memang semenjak banyak seminar dari kakak mahasiswa itu minatku untuk ambil beasiswa di Turki berkurang. Maka SATku ini tidak aku kerjakan dengan maksimal.
Yah, kalau dipikir agak gimana..gitu. habisnya aku kemungkinan besar tidak dapat kuliah di Teknik. Sedih memang. Lalu, nasehat ayahku adalah apapun jurusan kita nanti juga belum tentu menentukan masa depan kita. Kuliah itu sebenarnya adalah ajang untuk membentuk pola pikir kita dalam menyelesaikan masalah yang lebih kompleks nantinya. Bukan hanya masalah dalam mata kuliah namun juga masalah yang akan hadapi dalam kehidupan sehari-hari kita nanti. Saat kita telah memasuki dunia perkuliahan berarti kita sedang masuk ke dalam terowongan menuju ke gerbang kedewasaan. Yeah, dalam terowongan itu kita akan menghadapi berbagai macam hambatan yang entah masih misterius.
Kemudian aku berpikir mengenai apa yang sebenarnya aku sukai. Sambil memikirkan nasehat ayahku mengenai jurusan keguruan itu, tampaknya mengajar juga menyenangkan. Dalam perjuangan mempersiapkan UN ini aku sempat belajar bersama teman-temanku. Sharing tentang apa yang kita mengerti , menyelesaikan masalah dan soal-soal bersama. Yah, bukankah menyenangkan jika kita memiliki ilmu ayng dapat membantu menyelesaikan masalah orang lain? Apalagi bisa menambah pengetahuan mereka? Ya, tampaknya kuliah dijurusan keguruan ini bisa memberiku wawasan mengenai bagaimana cara mengajar yang baik, menyampaikannya dengan jelas, agar ilmu ayng kita berikan tidak disalahpahami oleh yang menerimanya. Aku memiliki prinsip agar memiliki ilmu yang banyak supaya jika orang lain menanyakan suatu hal padaku, aku tidak menjawabnya asal-asalan melainkan dengan jawaban yang dapat membantu mereka. Barangkali itu yang membuatku menata kembali pola pikirku tentang jurusan itu. Mengapa demikian?
Keguruan memang bukan jurusan yang bergengsi ataupun diminati banyak orang. Jika diminatipun itu juga karena ingin dapat sertifikasinya. Menjadi guru berarti harus menghadapi entah berapa anak-anak yang susah diatur. Buat apa kita mengurus anak orang? Buat apa kita memberitahu banayk kepada mereka, padahal tak jarang dari mereka mengabaikan apa yang kita ajarkan? Ternyata disitulah tantangan untuk menjadi seorang guru yang baik. Guru adalah seorang yang memiliki tanggung jawab yang besar. Bahkan lebih besar dari presiden sekalipun. Karena gurulah yang dapat mengobah pola pikir suatu bangsa. Yang dia ajarkan dapat merubah nasib bangsa menjadi lebih baik ataupun sebaliknya. Coba kalian pikir, semua pekerja professional dapat menjalankan bidang mereka karena eksistensi guru. Tidak bisa dipungkiri, bahwa nasib dunia ada di tangan guru.
Bayangkan jika guru kaidah mengajar yang baik. Hanya mengharapkan uang yang lebih dari pekerjaan mereka. Menurutku, guru bukanlah sekedar pekerjaan, melainkan sebuah amanah yang dapat diemban setiap insan yang memiliki ilmu. Amanah harus disampaikan. Apa yang disampaikan? Yaitu ilmu-ilmu kita. guru memiliki arti yang cukup luas bukan? Guru tidak hanya ditemukan di sekolahan atau kuliahan. Tidak selalu menggunakan baju dinas PNS. Tidak selalu memberi PR ataupun tugas presentasi. Namun, mereka yang ikhlas memberi ilmu baik saat ditanya ataupu ada dorongan dari hati untuk membantu mereka yang butuh ilmu darinya.
Yeah, aku ingin mengobah pola pikirku untuk menjadi pengajar yang baik. karena mengajar adalah tugas mereka yang belajar. Bersyukur pula aku dapat kesempatan mengambil beasiswa di Turki. Yah, aku memang belum memulai kuliah. Tapi aku sekarang sedang mempersiapkannya. Bermula dengan belajar bahasa Turki. Karena komunikasi adalah ‘gadget’ terhebat untuk mengajar. Aku mohon doa dari para pembaca. Semoga artikel yang aku tulis selanjutnya merupakan kabar baik dari negeri ayam kalkun sana. Bismillah.
Pidato Perpisahan (SBBS)
Yang terhormat Bp. Bupati Sragen atau yang mewakili Yang saya hormati Bp. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen atau yang mewakili Yang saya hormati Bp. Ketua Komite SMP-SMA N SBBS Yang saya hormati Bp. General Manager SMP-SMA N SBBS Yang Saya hormati Bp. Kepala SMP-SMA N SBBS Yang saya hormati segenap guru dan karyawan civitas akademika SMP-SMAN SBBS Yang saya hormati pula orang tua siswa dan seluruh tamu undangan Yang saya banggakan teman-teman kelas 12 dan adik-adik kelas yang saya cintai...
Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT. karena atas limpahan rahmat, hidayah dan inayah-Nya kita semua dapat berkumpul, bertatap muka dalam acara perpisahan siswa kelas IX & XII SMP-SMA N SBBS. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, kepada shohabatnya, dan juga untuk kita selaku umatnya yang InsyaAllah akan selalu taat pada ajarannya.
Hadirin yang saya hormati
Acara perpisahan dan pelepasan siswa kelas IX & XII dengan keluarga Besar Sragen Bilingual Boarding School pada malam ini, merupakan momentum bersejarah yang akan senantiasa kami kenang, sebagai akhir dari perjalanan panjang dalam menjalani hari-hari, yang bergelimang dengan suka-duka, canda-tawa dan hal yang tak terlupakan lainnya. Semoga apa yang telah kami peroleh, dapat bermanfaat bagi diri kami sebagai bekal untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, izinkanlah saya, mewakili segenap siswa kelas 9 & 12, untuk menyampaikan pidato dalam kesempatan yang berbahagia ini.
Hadirin yang berbahagia
Pidato ini saya awali dengan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh Bapak & Ibu guru yang telah mengaja kami. Karena atas jasa Bapak & Ibu gurulah kami mendapat banyak pencerahan ilmu. Atas jasa Bapak & Ibu Guru pula, yang telah membimbing dan menemani kami, dalam ajang pencarian jati diri selama bersekolah di SBBS. Sehingga, kami mengetahui banyak hal terutama tentang arti kehidupan dan perjuangan. Oleh sebab itu, sungguh tidak mungkin kami mampu membalas jasa-jasa bapak & ibu guru. Namun, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik dari apa yang telah bapak & ibu guru berikan. Semoga kami mampu menjadi orang yang kelak membawa harapan bapak-ibu guru sekalian untuk menjadi seorang yang sukses, seperti Bapak-bapak yang duduk di barisan depan ini.
Kemudian, ingin rasanya menangis ketika mengenang kesalahan-kesalahan kami kepada bapak & ibu guru selama ini. Tak jarang kami tidak menaati perintahmu, mengabaikan nasehat-nasehatmu dan bahkan menyepelekan ilmu yang bapak & ibu guru berikan. Namun demikian, bapak & ibu guru tetap sabar dan tabah dalam menghadapi kenakalan kami. Bapak & ibu guru tetap menunjukkan rasa kasih sayang, seolah-olah menganggap kami sebagai anak sendiri. Sungguh kami telah menyesali semua perbuatan itu. Kesabaran, ketabahan, dan kasih sayangmu telah terpahat indah dalam hati-sanubari kami.
Selanjutnya, tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada segenap civitas akademika SMP-SMAN SBBS atas segala fasilitas, sarana dan prasarana yang telah disediakan, sehingga kami mampu menyelesaikan studi di sekolah kebanggaan kami ini dengan lancar.
Begitu pula kami sampaikan rasa terima kasih sekaligus permohonan maaf, kepada abi-abi yang telah ikut serta membimbing dan menjaga kami selama berada di asrama. Dengan kesabaran dan rasa kasih sayang yang telah kalian berikan, semoga menjadi sebuah pelajaran yang berharga bagi diri kami.
Kemudian adik-adik sekalian yang kami cintai
Hari-hari telah kita lalui bersama, dalam satu keluarga di bawah payung SBBS yang kita cintai ini. Telah banyak kenangan-kenangan yang tak terlupakan bersama denganmu. Telah banyak pula suka dan duka yang telah kita jalani. Tetapi semua itu hanya tinggal kenangan saja. Kami berharap semoga perbuatan baik yang telah kami lakukan bisa mejadi teladan bagi kalian. Namun, apabila ada perbuatan kami yang mungkin pernah menyinggung perasaan adik-adik, agar dimaafkan secara tulus-ikhlas.
Masih panjang perjalanan yang harus kalian lalui di SBBS ini. Maka dari itu, kami berpesan kepada kalian untuk selalu menjadi seorang siswa yang senatiasa menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, sikap disiplin, dan akhlak mulia. Karena tugas kalian adalah mendukung SBBS untuk merealisasikan program-programnya dalam rangka peningkatan mutu dan kualitas pendidikan.
Hadirin yang berbahagia
Di akhir pidato ini besar harapan kami untuk kedepan, semoga SBBS tetap eksis sebagai sekolah berasrama yang mengedapankan ilmu pengetahuan, pelajaran akhlak dan memiliki kekuatan ukhuwah, yang terus akan menghasilkan para CENDEKIAWAN berkualitas, berakhalakul karimah, siap bersaing di jenjang pendidikan yang lebih tinggi, berwawasan Nasional dan mampu manjawab tantangan global. Supaya kelak menjadi insan yang bermanfaat bagi nusa, bangsa, agama dan negara.
Ayri bir mekan olmasina rağmen, ama kalbimiz hep bir yerdedir. Bu yolda ayrilik yok asla, hem bizim kalplerimiz bir kalp için, zaman ve mekan önemli değildir, kalp zamanin ve mekanin uzerindedir.
Tidak ada perpisahan di jalan ini. Meskipun, kita berada di tempat yang berbeda, namun hati kita tetap menyatu. Perbedaan waktu dan tempat bukanlah sebuah halangan. Karena hati ini tidak mengenal ruang dan waktu...
Sekian pidato dari saya, apabila ada kata yang kurang berkenan, saya memohon maaf. Atas perhatian hadirin sekalian, saya mengucapkan terima kasih.
Rabu, 04 Januari 2012
Hargailah Waktu
"Penyesalan selalu datang di akhir". Ah, kata ini sudah biasa. "Waktu rasanya cepat sekali berlalu". Ah, pasti sudah kalian sebut berkali-kali. "Kenapa aku tidak begini, keapa tidak begitu". Yah, itu pasti kata-kata yang terungkap paling tidak terbesit di hati kita saat kita sadar bahwa kita telah melalui waktu kita yang amat berharga ini dengan sia-sia. Banyak orang yang bingung, galau bahkan sampai stress ketika sadar pekerjaan maupun tanggung jawab yang perlu mereka selesaikan menumpuk. Apalagi sebagai anak pelajar. Liburan bisa menjadi mara bahaya bagi pelajar yang tidak menggunakannya betul-betul untuk melakukan hal yang baik. Betul nggak? Bayangkan saja, liburan pasti rasanya selalu enak, bebas melakukan yang kita mau, terutama hal-hal yang jarang (atau sebenarnya sering namun karena rasanya terganggu oleh jam sekolah maka menjadi jarang) kita lakukan saat sekolah. Misalnya melakukan hobi kita yang bermacam rupanya. Nah, justru hal tersebut sangat beresiko sekali membuat kita, pelajar, lalai akan pekerjaan dan tanggung jawab yang seharusnya dapat kita selesaikan saat liburan. Yah, itu faktanya. Jadi kesimpulannya apakah liburan ini kita tidak boleh bersantai, bermain dan melakukan hal yang kita sukai? Jawabannya TIDAK. Kita boleh memanfaatkan waktu liburan untuk sekedar refresing dan berkumpul dengan keuarga (khususnya bagi pelajar yang jauh dari ortu di rumah). Namun, seharusnya kita juga bisa menjaga diri agar tidak TERLALU larut dalam SANTAInya berlibur. Tapi yang menjadi pokok permasalahan adalah faham kita tentang liburan. Liburan adalah waktu tenang yang harus dimanfaatkan secara MAKSIMAL untuk berSANTAI. Aku, terus terang sudah mengalami berpuluh2 liburan sekolah namun belum ada yang bisa kumanfaatkan dengan maksimal. Tapi dalam hatiku yang sering mengatakan kalimat2 di awal paragraf pertama kali tadi akhirnya tersadarkan oleh kawan-kawanku sendiri. Dari cerita mereka, aku menjadi penuh dengan penyesalan. Mereka selama liburan ini giat berusaha, belajar dan membaca buku apa saja yang berguna. Mereka tahu apa yang akan segera mereka hadapi. Salah satunya adalah UN dan SNMPTN juga SAT. Ah, aku terlalu terlena dengan yang namanya liburan. Aku sendiri sering stress, mengapa tak bisa kumanfaatkan dengan benar liburan ini. Padahal ini adalah liburan terakhir sebelum perjalanan menuju gerbang akhir SMA. Pertama yang kulakukan adalah TAK ADA. Menyesal. Sedih. Panik. Ya itu dia. Aku bingung harus melakukan apa. Belajar? Mengapa tubuh ini susah digerakkan hanya untuk belajar? Mengapa otak ini selalu manja ingin diistirahatkan dengan sesuatu yang kusenangi? Mengapa hati ini...tunggu. Hati ini selalu susah payah mengajakku ke dalam kebaikan. Membisikkan kalimat-kalimat bijak dan injeksi semangat. Namun, gara-gara pikiranku sudah MALAS, aku tolak mentah-mentah kata hatiku. Membiarkan lewat begitu saja. Padahal jika aku turuti suara hatiku dulu, aku takkan menyesal seperti ini. Ya, hati tahu apa yang seharusnya kita lakukan dan yang seharusnya tidak kita lakukan. Ini adalah arti sebenarnya dari Surat Alzalzalah ayat 7-8. Yah, itulah yang aku dapatkan dari mengikuti pengajian di Masjid Besar (aku lupa namanya) dekat rumahku. Yah, hati tahu kebaikan dan kejahatan yang kita lakukan. Sebagai contoh, coba kita melakukan hal yang baik, misalnya sholat, membantu orang tua, bershodaqoh, belajar, pasti hati kita akan merasakan ketenangan dan kebahagiaan yang luar biasa. Adem rasanya. Berbeda dengan kita melakukan kejahatan, kedzoliman, kemaksiatan. Hati rasanya akan merasa gelisah, sakit, senat-senut (karena jantung deg-degan), badan jadi tak enak, keringat dingin, kepala pening ah kompilasi macamnya. Benar bukan? pernahkan kalian merasakan demikian. Jika kita memasang "TELINGA" kita benar-benar pasti kita dapat "mendengarkan" suara hati kita. Dan suara hati itu tak pernah bohong. Jika yang kita dengar keburukan itu bukan berasal dari hati, tapi berasal dari syaiton laknatullah. Hati itu ibarat air sungai yang bening. Maka akan terlihat jelas keindahannya. Ikan-ikan akan terlihat jelas sedang bergembira di sana. Pada hakikatnya semua sungai itu bening. Lalu mengapa sungai-sungai di INDONESIA keruh, hitam pekat, bau, menjijikkan? Karena ulah manusia. Ulah kita. Coba kalian renungkan sendiri. Begitu pula hati. Pada hakikatnya hati ini bersih, suci tak bernoda. Namun mengapa banyak manusia melakukan kejahatan? karena mereka tega membiarkan hati mereka berpenyakit. Tak pernah di rawat dengan ibadah. TAk pernah diberi makan dengan iman. Tak pernah dikasihi bahkan dicampakkan. Manusia seperti kita in memang tega sekali membuat hati yang sebenarnya amat baik kepada kita ini menjadi tersiksa. Namun hati tak pernah marah. Bahkan tak pernah menyerah untuk membujuk kita kembali ke jalan yang benar. Itulah hati. Ah, aku tak pantas memang menuliskan hal tadi. Aku sadar selama itu salah. Aku menyadarinya. Tapi lihatlah diriku penuh keEGOISAN dipenuhi NAFSU duiawi yang tak kunjung padam, sengaja menutup-nutupi suara hati. Belum lagi bisikan-bisika syaiton yang lebih mudah dan sering terdengar gara-gara IMAN ini terlalu lemah. Astaghfirullah...astaghfirullah..astaghfirullah. Yeah, kini aku ingin bangkit lagi. Memang waktu yang berharga sudah berlalu. Buat apa meratapi yang telah laul karena yang telah lalu takkan mungkin bisa kembali. Tapi utnuk selanjutnya kita harus bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Agar kalimat-kalimat di paragraf awal tak lagi terbesit di hati kita. Kata-kata ayahku yang membuatku semangat lagi adalah "Jika ingin percaya diri dalam kehidupan ingatlah selalu Allah". Yah coba kalian renungkan sendiri saja kalimat itu(terutama yang sedang GALAU :). Oke sudah cukup untuk berteori, sudah saatnya kita buktikan teori kita dalam perbuatan untuk membuktikan kebenarannya.
Read More......Minggu, 18 September 2011
Book Hunter
A few years later, I’m a gameholic. But now, my world has changed. I realize that reading books is more important than playing playstation. So, I’ll try to find and read books as much as possible. I’ll try to be a Book Hunter. Whehehe..
I have many reasons why I want to try reading and hunting many books. One of them is because of my friends. My friends like reading books. They sometimes share with me about their book. But,
I don’t understand. Because in my mind I just know about game. It makes me little bit ashame. So I try to read many book for find many friends and of course of my future.
Reading books has many advantages. You can increases your knowledge, you can go around the world without moving from your chair, you can imagine about the books that you read, and of course make you know about the happening in the world.
So, do it now!!! Read a book for future!!! YEAH!!! ^^V
~My beautiful word: “The best friend when you’re sitting is a book”~
Selasa, 29 Desember 2009
I Have a Problem to Find a Good Title
Disono makin malem makin rame. Whew, para homo sapiens ni trus bertambah. Hehehe… berdasarkan pengamatanku(wihh rada sotoy nih) orang2 disono mungkin mengalami syndrome kayak aku. Yaiku susah nentuin judul buku yang mau di beli. Mungkin lho. Ato jangan2 memang aku yang kena syndrome Bingungmilihjudulbagus. Aarghhhh tidak. Tapi kenyataannye mang gitu. Buktinya dari jam 5 sampe jam stengah Sembilan pagi..eh malem(hehe..sori dah ngantuk) aku Cuma dapet buku 3. Ato aku emang gara2 takut dhuwitnya gak cukup. Hweehw.. mana bikin kaki pegel2 lagi.
Hmm.. gmana ya biar bisa milih buku yang tepat dan tepat. Ada yang punya saran??? Klo menurutku mungkin da beberapa hal yang perlu aku persiapin mateng2. Kayak gini nih:
1. Kalo kita ke bazaar ato ke pameran buku ato yang laennya kita harus punya catatan daftar buku apa aja yang mau kita beli. Gak mesti judulnya lho, khan bisa jenisnya(fiksi, non-fiksi, pengetahuan umum, dsb), penerbitnya(gramedia pustaka, gagas media, mizan, pro-media,dsb.), pengarangnya (Habiburrahman El Shirazy, Andrea Hirata, Stephen Myer, Cornelia Funke, dsb.), anyar-lawasnya(tahun 70an,90an, ato yang baru2 keluar), penghargannya(best seller apa nggak), kualitas kertasnya, tentunya harganya.
2. Carilah temen jalan, misalnya ortu, adek, temen deket, ato nggak pacar! Hayoo cuit-cuit. Ciye-ciye. Ehm-ehm.. mulai serius lagi. Fungsinya tmen biar ada yang bantu ngasih masukan, suaya kita gak bingung. Jadi klo bisa carilah pendamping untuk berburu buku yang juga pandai memilih buku yang baek dan benar sesuai dengan UUD ’45 (lho kok!!??).
3. Bertanyalah pada kasirnya ato pelayannya. Tanyak buku yang paling sering dipilih yang mana. Buku yang baru yang mana. Pokoknya Tanya buku yang sesua dengan criteria-kriteria kita. Hohoho. Malu bertanya sesat di jalan lho.
4. Pastikan perut sudah terisi. Klo perutnya kosong susah konsen deh. Malah jadi gak kuat klilling2 mburu buku. Jadi minimal perut keisi aer mineral ketimbang keisi angin doank, ya nggak??
5. Ingat waktu. Jangan lupa beribadah. Jangan lupa waktu makan juga (tadi dah dibahas di atas persis). Jangan kelamaan di pameran. Ntar yang di rumah bingung nyariin(pengalaman..hihihi).
6. Berpakaianlah yang nyaman. Enak dipandang, fleksibel, menutup aurot, adem tapi gak transparan!! Pokoknya yang nyaman lah, biar kita gak risih. Klo misalnya kita koloran doank(bagi yang cowok tentunya) khan gimana gittu rasanya. Adem sih adem di timpukin orang baru tau rasa lo!!! Hehehe… bagi yang cewek jngan gembar-gemborin aurot. Gak enak diliat taukk!!! Mendingan pake krudung n’ pakaian yang gak ketat. Khan Subhanallah klo dipandang. Hehehe..maunya.. Astaghfirullah.. XP
7. Jagalah barang bawaan Anda. Ya buat jaga2 aja, klo misalnya duit kita jatoh ato kecopetan gimana. Bisa gak jadi buku baru deh. Makanya mas, mbak trmasuk aku. WASPADALAH, WASPADALAH…kejahatan bisa terjadi di mana2. Dzikir n’ do’a terus biar selamet n’ terprotektif dari gangguan si panjang tangan.
8. Apalagi yaa… tolong tambahin lagi deh klo da yang kurang..hehe
Ya tadi sedikit masukan biar biat sedikit bekal untuk pergi ke bazaar yang siip itu. Bagi pemburu buku wajib tu ke Grebeg Buku Jogja. Aku lupa nama jalannya. Hehe.. tapi liat aja posternya, banyak kok di jalan2. Hmm..
Kayake itu dulu deh saran dariku semoga bermanfaat sobat. SALAM SUPER!!! Matur thankQ… ^^V
~Wassalam~ Read More......

