Minggu, 18 September 2011

Hello World!

Ingin rasanya bisa ng-update blog ini terus. Tapi, seminggu aja pegang komputer paling sekali dua kali doang. ke warnetnya paling sekali. Yah itulah peraturan asrama kawan, gak boleh seenaknya. Sebisa mungkin mematuhi peraturan yang ada. Toh kalo dipikir-pikir juga untuk kebaikanku. Silakan liat-liat tulisan dan uneg-unegku di blog ini.

Just ENJOY it! Thank you! :)

Read More......

Senin, 05 September 2011

CANDA DALAM ISLAM

Judul      :  Pemuda dan Canda
Judul Asli : Asysyabaabu walmizaahu
Pengarang  : ‘Aadil bin Muhammad Al’Abdul ‘Aali
Penerjemah : Ahmad Danial Suhail
Tebal      : 58 halaman
Tahun      : Cetakan Pertama, Januari 1993
             Cetakan Kesebelas, Juni 2004
Penerbit   : Gema Insani
   



Dalam kehidupan ini kita tak akan bisa lepas dari canda. Di masyarakat terutama dikalangan pemuda, canda merupakan bagian dari pembicaraan mereka sehari-hari. Bercanda memang menyenangkan dan menyegarkan karena dapat membuat orang lain tertawa terpingkal-pingkal. Kadang kala kita pun menganggap bahwa masalah canda adalah masalah sepele. Namun, pada kenyataannya tidak. Di buku ini penulis mengangkat tema yang jarang diangkat pendakwah lainnya yaitu canda dalam pandangan islam.

            Ada beberapa hal penyebab banyaknya canda yang diurai dalam buku ini. Pertama, kita sering salah terhadap arti menghibur diri. Jelas merupakan suatu kesalahan yang cukup fatal jika kita beranggapan canda akan menghilangkan ketegangan dan untuk menyenangkan hati. Sedangkan cara Rasulullah dan para ulama untuk menghibur diri setelah lelah menjalankan tugasnya adalah dengan berdzikir, membaca AlQur’an dan menjalankan segala yang disunatkan-Nya. Kedua, ada pula yang mempergunakan canda untuk menarik perhatian dan popularitas. Padahal hal tersebut bisa menjerumuskan dalam jurang dosa, karena perbuatan tersebut merupakan keriyaan. Ketiga, masih banyak para pemuda yang belum dapat menghargai nilai waktu. Mereka mengisi waktu hanya untuk humor, obrolan, lelucon dan gelak tawa. Jika sudah demikian sulit bagi mereka untuk mengendalikan diri. Keempat, lingkungan pergaulan amat mempengaruhi pribadi orang tersebut. Tidak heran jika kita cenderung menyukai canda jika bergaul dengan orang-orang yang menyukai canda tawa. Kelima, masih minimnya pengetahuan dan pemahaman tentang agama Islam. Kelima hal tersebut dijelaskan dalam buku ini cukup singkat sehingga perlu ditambahkan lagi contoh-contoh berupa sebuah kisah agar pembaca bisa lebih merenungi tentang kelima hal tersebut.

Canda memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya canda dapat menyenangkan teman dan menunjukkan rasa kasih sayang kepada mereka. Canda juga menghilangkan rasa takut, marah dan kesedihan. Dengan syarat seperti yang dilantunkan oleh Abu Al Fath Al Basaty dalam syairnya, “Jika engkau beri dia canda, hendaklah dengan kadar seperti memberi garam pada makanan”. Sedangkan dampak negatif dari canda adalah dapat melampaui batas garis ketentuan Allah, yang tentunya dapat membuat kita menyimpang dari syariat Islam. Rasulullah bersabda, “Janganlah banyak tertawa karena banyak tertawa itu mematikan hati” (Shahihul jami’ 7312). Canda juga dapat melunturkan wibawa kita dan dapat menimbulkan sifat dengki. Penjelasan tentang dampak positif dan negatif dalam buku ini cukup jelas, penulis mengajak kita untuk tetap mengadakan canda dalam kehidupan kita namun dengan tidak berlebihan sehingga dapat menimbulkan kerugian bagi diri kita sendiri maupun orang lain.

Lalu bagaimana hukum canda dalam Islam sendiri? Untuk hal ini penulis menjelaskan dengan firman Allah, “dan sesungguhnya Dialah yang membuat orang tertawa dan menangis” (An Najm 43). Jadi, canda itu hukumnya sunah karena didalamnya ada unsur menghibur hati dan membuat suasana menjadi hangat. Namun disyariatkan untuk menghindari: qadzaf (maki-makian), ghibah (membicarakan kejelekan orang), tidak  berlebihan sehingga tidak menghilangkan rasa malu dan tidak pula mengurangi wibawa.

Alangkah lebih baiknya kita mencontoh Rasulullah dalam hal canda ini. Rasulullah tidak pernah  berbohong dalam canda dan tidak keluar dari kesopanan dan kewibawaan beliau (wibawa ttp terjaga). Beliau juga bercanda sedikit dan seperlunya saja. Lain halnya dengan orang-orang dzalim Mereka melampaui batas, bercanda tentang Allah, kitabNya, Rasul-Nya dan sunan-sunan Rasul sehingga mereka menjadi kufur juga tatkala bercanda mengejek syariat islam yang agung. Astaghfirullah, selayaknya kita selalu berdoa supaya dijauhkan dari perbuatan-perbuatan syetan seperti itu.

Ada beberapa kaidah yang perlu diperhatikan agar kita tak menyalahi syariat Islam dalam bercanda. Bercanda tidak boleh mengandung dzikir kepada Allah dan ayat-ayat-Nya juga tidak mengandung hadis Rasulullah dan syariat islam lainnya. Tidak boleh juga mengandung kebohongan, ghibah dan suatu yang kotor. Sabda Rasul, “ Celakalah bagi orang yg berbicara lalu berbohong untuk membuat orang tertawa dengan cerita bohongnya itu. Celaka baginya, celaka baginya, celaka baginya” (shahihul jaami’7013). Dan jangan sampai dalam bercanda kita menyakiti perasaan orang lain bahkan sampai melampaui batas.

Bagi yang sudah terlanjur ketagihan dan berlebihan dalam bercanda, penulis juga memberikan beberapa nasihat untuk kita semua renungkan. Pertama, persiapkanlah hati dan niat yang kuat untuk berubah. Cobalah kita untuk memperdalam ilmu agama dengan mempelajari AlQur’an dan Hadits daripada banyak menghabiskan waktu untuk hal yang sia-sia. Bergaulah kepada orang-orang shaleh dan shalehah agar kita tak kalut dalam kegembiraan yang membuat kita sering lupa pada Sang Khalik. Seringlah untuk merenung untuk melakukan perbaikan diri. Berdoalah kepada Allah Azza wa Jalla agar terlepas dari kebiasaan bercanda yang berlebihan.

Read More......

Minggu, 21 Agustus 2011

RAMADHAN OH... RAMADHAN

Alhamdulillah, senang sekali rasanya bulan yang selama ini dinanti telah tiba. Bulan ini merupakan bulan yang spesial bagi kaum muslimin. Karena di bulan ini amal perbuatan kita dilipat gandakan. Jadi pastinya sebagai umat muslim kita harus bisa memanfaatkan sebaik-baiknya untuk melakukan ibadah yang banyak dalam bulan ini.

Datangnya bulan ini sudah amat dicirikan dengan beberapa hal. Yaitu masjid menjadi penuh terutama saat tarawih juga karena sering diadakan ceramah dan pengajian. Kita dapat melihat orang ngabuburit dengan cara mereka masing-masing dan dilanjutkan dengan  kegiatan buka bersama. Jam sekolah dan kantor biasanya  menjadi lebih cepat. Untuk sekolah atau perusahaan tertentu mungkin tidak. Tayangan-tayangan televisi sekarang lebih mengedepankan hal-hal yang berbau Ramadhan mulai dari sinetron, iklah, tayangan sahur dan tausyiah dari beberapa ustadz-ustadz terkemuka. Sungguh kedatangan  bulan ini membuat bahagia semua orang. Dan pada puncaknya, saat bedug mengiringi seruan takbir, rasa kebahagiaan kaum muslimin pun berada pada titik kulminasi. Pada saat itulah kita meraih kemenangan, fitrah kembali, putih bersih, suci seperti selembar kertas yang belum ternodai oleh hal apapun. Tapi apakah semua sudah merasa demikian?

Setelah euforia puncak kemenangan tersebut, seluruh kaum muslimin kembali lagi pada aktivitasnya seperti di bulan-bulan sebelumnya. Ternyata kemenangan tersebut belum bisa dimaknai secara betul oleh kaum muslimin di Indonesia ini. Masjid yang biasanya terisi penuh, sekarang sudah sepi kembali. Jamaah yang tersisa hanya amat sedikit. Paling hanya takmir masjid atau musafir yang sekedar mampir untuk sholat. Kegiatan rutin di masjid seperti TPA, pengajian, kajian agama yang pada saat Ramadhan ramai peserta, kini amat sepi, tak ada peminat. Acara tayangan televisi juga demikian. Sinetron-sinetron sudah kembali seperti semula. Iklan-iklan dan acara lainnya pun demikian. Apa mungkin mereka hanya memanfaatkan momen Ramadhan ini untuk meraup keuntungan saja. Sungguh memilukan.

Hakikat Ramadhan sebenarnya adalah agar kita bisa memperbaiki diri, mensucikan batin, mencari amal kebaikan, meraih hidayah dan ampunan dari Allah SWT. Namun pada kenyataannya kita belum bisa memaknainya dengan benar. Jika sudah, seharusnya perilaku positif dan ibadah seperti puasa, infaq, shodaqoh, sholat berjamaah, mengaji, menghadiri majelis agama, menahan hawa nafsu dan sebagainya tetap kita lakukan setelah bulan Ramadhan tersebut.


Kesibukan atas pekerjaan seseorang memang sering membuatnya lupa mengingat Allah. Memang perubahan menuju kebaikan perlu melalui beberapa tahapan yang pasti butuh usaha dan tekad yang keras. Jadi, kawan marilah kita manfaatkan momen-momen Ramadhan ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas iman kita. Jangan sampai kita masih tetap seperti dulu atau bahkan lebih buruk. Karena dalam sabda rasulullah disebutkan bahwa sungguh beruntung orang yang hari esoknya lebih baik dari hari ini, namun celakalah bagi yang hari esoknya sama dengan hari ini dan sungguh merugi orang yang hari esoknya lebih buruk daripada hari ini.

Wabillahit taufiq

Read More......

Selasa, 28 Desember 2010

Love Syndrome



Semua orang pernah jatuh cinta. Sudah banyak contohnya khan? Namun ada suatu hal yang membuatku bingung. Entah mengapa.  1 hari sebelum hari ibu di akhir tahun 2010, hari itu Jakarta mendung. Dingin. Angin kencang. Aku menyusuri  kawasan Blok M yang tak pernah sepi meski hujan rintik sudah menyerbu. Mereka tak mempedulikannya termasuk aku. Aku berniat untuk memberikan kado kepada temanku yang besok hari akan ulang tahun. Aku bersama temanku. Berdua. Ah, benar-benar perjuangan. Aku keliling-keliling blok M hanya untuk mencari novel. Novel yang pernah kubaca dan aku anggap aat berbobot. Jadi aku pikir cocok untuk kujadikan kado untuk temanku. Dengan harapan berbagi ilmu dan pelajaran dari novel tersebut. Akhirnya jam 4 tepat aku berhasil menemukannya di sebuah took buku gramedia yang tempatnya terpencil sekali. Ah, ini juga membuatku bingung, mengapa mereka membuatnya terpencil begini? Jelas saja Gramedia yang satu ini sepi akan pengunjung. Ah tapi biarlah, bukan itu pokok permasalahanku sekarang. Setelah itu kita berdua langsung pulang naik bus. Lebih tepatnya metro mini.

Di tengah perjalanan, temanku memberitahuku sesuatu. Sesuatu yang malu-malu ia ucapkan. Dan dia kata lewat SMS. Sesuatu yang sudah kupikirkan dan merupakan perkiraan terburukku. Dan ternyata itu benar. Satu lagi temanku memproklamirkan status barunya. Yang tadinya “Single” menjadi “in a relationship”. Kau tau siapa yang menjadi pasangannya? Yaitu teman yang akan kuberi kado ini. Tak enak hati kawan, tak enak hati jadinya. Ah, aku tak habis pikir. Mengapa kawanku akhirnya mencoba untuk melakukan sesuatu hal yang tak kuiinginkan. Beberapa hari yang lalu salah seorang temanku juga begitu. Ia rencananya malah akan melamar sang gadis pujaaan. Apa? 16 tahun umurnya, sudah mau melamar? Yakin sekali dia. Ah terserahlah. Mungkin dia benar-benar sudah menemukan pendamping hidupnya.

Entah aku susah untuk seperti itu, jujur mengungkapkan perasaan kepada lawan jenis yang kita anggap spesial. Namun, semua itu tampak mudah bagi semua teman-temanku. Ya Allah apakah aku harus seperti mereka. Jika tidak dengan perlindunganmu ya Allah, mungkin sejak dulu-dulu aku sudah pacaran. Ah, aku sebenarnya agak kecewa kawan. Kecewa pada temanku. Rasa kecewa itu namun hilang setelah aku sholat isya. Alhamdulillah.

Ah, aku bingung? Apakah harus mengikuti mereka. Namun, hatiku berteriak, “Tidak!!! Tidak untuk saat ini”. Aku harus bersabar. 17 tahun. Masih terlalu muda untuk mengikrarkan suatu cinta kepada seseorang. Mengungkapkan cinta pada seseorang dengan alasan yang dibuat-buat seindah mungkin seolah-olah kita sudah ditakdirkan jadi pendamping orang itu padahal belum tentu. Semu, hanyalah semu. Kadang juga memaksa. Aku bersama prinsipku. Aku ingin menata dulu diriku. Bisa berbuat banyak pada dunia. Beramal dan berimu yang baik. Aku yakin Allah akan memberi kejutan tentang jodohmu nanti. Yang mungkin pertemuan itu tak pernah kau perkirakan akan sangat indah. Sangat indah hingga kau menitikkan air mata. Air mata bahagia karena suatu perjumpaan. Perjumpaan dengan pendamping hidupmu nanti. Bagi yang masih single tak usah khawatir. Tak usah berpikiran yang macam-macam. Yuk kita beribadah. Allah pasti memberi garansi. Yang kau butuhkan adalah melatih dirimu untuk sabar dan ikhlas. Yah seperti itulah kawanku.          


Read More......

Selasa, 16 November 2010

DIAM TAK MAU

Senja ini… aku diam tak mau
Memutar otakku ini sudah tak mau
Sudahlah… aku tenang dan pasrah
Kuingin berlari kencang hingga melayang

Ku terpaku.. aku merasa ragu
Aku tak ingin diriku ini diam tak mau
Aku tak mampu tuk melangkah lagi
Inginku pejamkan mata ke dalam mimpiku
Aku ingin lepas terbang melayang
Aku tak ingin diriku diam tak mau

Janganlah..janganlah menyerah
Hingga asa teraih indah
Tanpa penyesalan
Tanpa kesedihan
Tanpa air mata
Dan akhir yang cerah

Ku tak ingin diam tak mau
Ku tak ingin diam tak mau....

Read More......